Santrivision 2026 Dibuka: Santri Bisa Kirim Film, Riset, Podcast hingga Inovasi Digital


SatuDidik.id — Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama membuka Lomba Santrivision 2026 sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri. Pendaftaran dan pengiriman karya berlangsung pada 23 September–15 Oktober 2026 melalui alamat panitia santrivision2026@kemenag.go.id. 

Santrivision memberi ruang bagi santri untuk mengangkat persoalan di sekitar pesantren melalui tulisan, karya audiovisual, dan inovasi teknologi. Temanya adalah “Santri Membaca Zaman: Kebudayaan, Inovasi, dan Narasi Masa Depan Pesantren.” Karena pilihan karyanya beragam, santri yang gemar meneliti, menulis, membuat video, atau mengembangkan aplikasi sama-sama dapat menemukan bidang yang sesuai. 

Siapa yang boleh ikut?

Peserta mengikuti lomba secara berkelompok. Setiap tim terdiri atas 2–3 santri aktif dari pesantren yang sama dan didampingi satu pembimbing dari pesantren tersebut. Pesantren asal peserta harus memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan terdaftar dalam EMIS. 

Syarat kelembagaan ini perlu dicek sejak awal. Tim dapat menyiapkan gagasan dan karya bersama pembimbing, sementara pihak pesantren membantu memastikan identitas lembaga dan data peserta sesuai dengan ketentuan panitia.

Tiga kategori karya Santrivision 2026

Santrivision membuka tiga kelompok karya utama:

KategoriContoh karya
Naskah, kebijakan, dan komunikasi ilmiahPolicy brief, artikel ilmiah populer, monograf atau buku saku riset, dan esai pesantren
Audiovisual, seni visual, dan media digitalFilm pendek, dokumenter, video esai, animasi, podcast, komik digital, serta karya seni digital
Inovasi digital dan teknologi pesantrenSistem informasi manajemen pesantren, sarana pelaporan yang mendukung ruang aman santri, atau inovasi digital lain yang dapat digunakan di pesantren

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa karya tidak harus berupa tulisan akademik. Sebuah tim dapat memulai dari masalah nyata yang mereka temui, lalu memilih bentuk karya yang paling mampu menjelaskan solusi atau gagasannya. 

⚡ SatuDidik Singkat

  • Ajang: Lomba Santrivision 2026, rangkaian Hari Santri.
  • Batas pengiriman: 15 Oktober 2026.
  • Tim: 2–3 santri aktif dari satu pesantren, didampingi satu pembimbing.
  • Syarat pesantren: Memiliki NSPP dan terdaftar di EMIS.
  • Pilihan karya: Tulisan dan riset, karya audiovisual, atau inovasi teknologi.
  • Alamat pengiriman: santrivision2026@kemenag.go.id. kemenag.go.id

Isu apa yang dapat diangkat?

Fokus Santrivision tidak terbatas pada kehidupan belajar di kelas. Kemenag membuka ruang bagi gagasan tentang lingkungan dan ketahanan pangan, perlindungan anak serta kesehatan mental santri, penggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab, ekonomi pesantren, sanitasi, hingga peran pesantren dalam hubungan antarbudaya. 

Sebagai gambaran, tim yang tertarik pada lingkungan dapat mengembangkan gagasan pengelolaan sampah pesantren. Tim lain dapat menyusun rancangan layanan informasi atau pelaporan yang lebih aman bagi warga pesantren. Contoh tersebut membantu peserta memilih masalah; bentuk dan persyaratan karya tetap harus mengikuti ketentuan resmi panitia.

Karya peserta tidak berhenti saat dikirim

Menurut penjelasan penyelenggara, peserta yang lolos seleksi gagasan awal akan mengikuti pendampingan bersama ahli, antara lain periset, praktisi media, dan pengembang teknologi. Finalis kemudian mempresentasikan karya di hadapan tim penilai. Pemenang direncanakan diumumkan pada puncak peringatan Hari Santri 2026. 

Untuk kategori policy brief, karya pemenang direncanakan menjadi bagian dari Buku Putih Rekomendasi Santri yang disampaikan kepada Menteri Agama. Artinya, peserta diajak menyusun gagasan yang dapat dibaca dan dipertimbangkan lebih lanjut, bukan sekadar mengumpulkan tugas lomba. 

Cara menyiapkan pendaftaran

Tim santri dan pembimbing dapat memulai dengan langkah berikut:

  1. Tentukan kategori karya yang sesuai dengan kemampuan anggota tim.
  2. Pilih persoalan yang spesifik, terutama yang dekat dengan pengalaman di pesantren atau kebutuhan masyarakat.
  3. Pastikan anggota berasal dari pesantren yang sama, berstatus santri aktif, serta memiliki pembimbing.
  4. Periksa NSPP dan status data pesantren di EMIS bersama pengelola lembaga.
  5. Baca pengumuman resmi secara lengkap untuk memastikan format karya dan dokumen yang harus dikirim.
  6. Kirim karya serta dokumen pendaftaran ke santrivision2026@kemenag.go.id sebelum batas waktu 15 Oktober 2026. 

Santrivision menjadi kesempatan bagi pesantren untuk mendampingi santri menghasilkan karya yang berangkat dari persoalan nyata. Pembimbing sebaiknya tidak menunggu hari terakhir: memilih masalah, membagi tugas tim, dan memeriksa persyaratan sejak awal akan memberi waktu lebih banyak untuk memperbaiki karya.

Sumber resmi: Pengumuman Lomba Santrivision 2026 — Kementerian Agama.

Posting Komentar untuk "Santrivision 2026 Dibuka: Santri Bisa Kirim Film, Riset, Podcast hingga Inovasi Digital"